loader

PSMP



Latar Belakang

Pembiayaan Swadaya Mikro Perumahan (PSMP) merupakan salah satu bagian dari pengembangan sistem pembiayaan perumahan di daerah yang dapat diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sektor informal. MBR sektor informal tidak cocok untuk diberikan pembiayaan dalam jangka panjang, sehingga desain pembiayaannya perlu disesuaikan dengan kriteria penghasilannya, seperti petani, nelayan, pedagang, tukang ojek, dan lain sebagainya. Pendataan PSMP dirancang sebagai sebuah proses yang komprehensif melibatkan peran pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah dalam rangka menyediakan data mitra dan KSM potensial PSMP.

Sifat PSMP adalah sebagai berikut:


Sifat Program PSMP


selama 15 tahun. Untuk itu, diperlukan pentahapan skenario pinjaman sebagai berikut (contoh):
➢ Tahap I: pinjaman untuk membeli kavling tanah sebesar Rp 30 juta dengan tenor pinjaman 3 tahun. Setelah lunas secara tepat waktu barulah melanjutkan pinjaman tahap kedua.
➢ Tahap II: pinjaman untuk membangun baru rumah tipe 21 dengan pinjaman sebesar Rp 40 juta dengan jangka waktu 4 tahun. Apabila ia dapat melunasi pinjaman kedua ini secara tepat waktu, maka ia dapat mengajukan pinjaman berikutnya untuk memperbesar rumahnya.
➢ Tahap III: pinjaman untuk memperbesar rumah dari tipe 21 menjadi tipe 48 dengan pinjaman sebesar Rp 50 juta dengan jangka waktu 5 tahun.

Melihat skenario di atas, maka sifat PSMP ini adalah dapat berulang (repetitive) dan bertahap (incremental). Pembiayaan Swadaya Mikro Perumahan ini cocok untuk diterapkan dalam menyediakan rumah tumbuh atau rumah bertahap (incremental housing) bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Hal ini disebabkan umumnya mereka sulit mengakses pinjaman jangka panjang seperti KPR.
Sedangkan Fitur PSMP adalah sebagai berikut:


Fitur Program PSMP


Pemanfaatan PSMP hanya dipergunakan untuk hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan rumah secara bertahap. Untuk itu pemberian PSMP dapat diberikan secara berulang sesuai tahapan penyelenggaraan rumah dan kemampuan masyarakat dalam mengembalikan pinjaman PSMP. Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang menyelenggarakan PSMP ini dapat memberi insentif kepada debitur berupa pinjaman baru dengan plafon yang lebih besar dan masa pinjaman yang lebih panjang ketika ia berhasil melunasi cicilan PSMP secara tepat waktu.

Berikut ini beberapa jenis kegiatan yang dapat dibiayai dengan PSMP, antara lain:
✓ Pembelian kavling tanah;
✓ Pembuatansertifikasitanah;
✓ Pemagarantanahataurumah;
✓ Pembangunanpondasirumah;
✓ Pembangunan konstruksi rumah;
✓ Perbaikan sebagian rumah (atap, dinding, dan/atau lantai);
✓ Perbaikanmenyeluruhrumah;
✓ Pembangunanbarurumah;
✓ Penambahan kamar/ruangan atau perluasan rumah; dan/atau
✓ Lainnya sepanjang terkait dengan rumah.

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PENYIAPAN PILOT PROJECT PENDATAAN PSMP

Proses Dekonsentrasi Sub Bidang Pembiayaan Perumahan Tahun Anggaran 2018 adalah sebagai berikut:


Proses Dekonsentrasi Sub Bidang Pembiayaan Perumahan

Sumber :
- Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019
- Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 13.1/PRT/M/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat